Kitab: Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim Tafsir Ibnu Katsir ( arabic )

Sinopsis Kitab "Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim" (Tafsir Ibnu Katsir)

Kitab "Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim" yang dikarang oleh Imam Al-Hafiz Ibnu Katsir (wafat 774 H/1373 M) adalah salah satu karya tafsir Al-Qur'an yang paling terkenal, otoritatif, dan banyak diterima di seluruh dunia Islam, khususnya dalam mazhab Tafsir Bil Ma'tsur (Tafsir Berdasarkan Riwayat).

1. Metode Utama (Manhaj)

Metode yang digunakan oleh Ibnu Katsir sangat ketat dan sistematis, menjadikannya rujukan utama bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur'an sesuai dengan pemahaman generasi awal (As-Salaf Ash-Shalih). Urutan penafsirannya adalah:

Tafsir Al-Qur'an dengan Al-Qur'an: Menjelaskan suatu ayat dengan merujuk pada ayat lain yang maknanya lebih jelas atau memiliki konteks serupa.
Tafsir Al-Qur'an dengan Sunnah Nabi: Menggunakan hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ yang relevan untuk memperjelas, merinci, atau menjelaskan sebab turunnya (asbabun nuzul) suatu ayat. Ibnu Katsir sangat teliti dalam mencantumkan sanad dan menilai derajat hadis.
Tafsir Al-Qur'an dengan Pendapat Sahabat: Merujuk pada pemahaman dan penafsiran para Sahabat Nabi, karena mereka adalah saksi mata turunnya wahyu.
Tafsir Al-Qur'an dengan Pendapat Tabi'in: Merujuk pada ulama generasi setelah Sahabat yang mengambil ilmu dari mereka.

2. Keunggulan Kitab

Kekuatan Dalil: Kitab ini sangat menekankan penggunaan dalil (bukti) dari Al-Qur'an dan Sunnah dalam setiap penafsiran, menjadikannya tafsir yang berlandaskan riwayat (naqli).
Kritik terhadap Israiliyyat: Ibnu Katsir berhati-hati dalam menukil kisah-kisah dari Bani Israil (Israiliyyat). Beliau seringkali menyeleksi, mengkritik, dan menjauhi riwayat yang tidak bersesuaian dengan syariat Islam atau yang tidak memiliki sandaran kuat.
Penjelasan Fiqh: Ketika menafsirkan ayat-ayat hukum (Ayat Al-Ahkam), beliau menyajikan pandangan-pandangan ulama (khilafiyah) dan dalil mereka, lalu memilih pandangan yang ia anggap paling kuat.
Penjelasan Akidah: Beliau menjelaskan ayat-ayat sifat Allah (Asma wa Sifat) sesuai dengan akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Salaf), yaitu menetapkan sifat-sifat tersebut tanpa mengubah (tahrif), mengingkari (ta'thil), atau menyerupakan (tasybih).

3. Kesimpulan

"Tafsir Ibnu Katsir" dikenal karena pendekatannya yang berlandaskan hadis dan riwayat, kehati-hatiannya terhadap kisah-kisah yang tidak sahih, serta gaya bahasanya yang lugas dan mudah dipahami. Kitab ini menjadi rujukan utama bagi para ulama dan pelajar di berbagai tingkatan dalam memahami Al-Qur'an secara mendalam dan terperinci.

Download Kitab




0/Post a Comment/Comments

-------------------------------------------------------------

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).