Kitab: Perumpamaan Kehidupan Dunia oleh Muhammad Syuman bin Ahmad Ar-Ramli (arabic)

 


dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, disertai perkataan para ulama, yang menjelaskan hakikat, kefanaan, dan nilai rendah kehidupan dunia (Ad-Dunya) dibandingkan dengan kehidupan Akhirat.

1. Perumpamaan dalam Al-Qur'an (Al-Kitab)

Al-Qur'an menggambarkan dunia dengan berbagai perumpamaan untuk menunjukkan sifatnya yang sementara dan menipu:

Seperti Air Hujan dan Tanaman: Dunia diibaratkan seperti air yang turun dari langit, menyuburkan tanaman hingga indah dan mengagumkan, namun setelah itu menjadi kering, hancur, dan diterbangkan angin. Ini menekankan kecepatan perubahan dan kefanaan dunia. (Disebutkan dalam Surah Al-Kahfi dan Surah Yunus).

Sebagai Permainan dan Sendau Gurau: Dunia hanyalah kesenangan dan hiburan yang melalaikan, dan kehidupan akhirat jauh lebih baik dan abadi. (Surah Al-An'am dan Surah Al-Hadid).

2. Perumpamaan dalam As-Sunnah (Hadis Nabi)

Nabi Muhammad $\text{صلى الله عليه وسلم}$ memberikan perumpamaan yang lebih visual tentang dunia:

Seperti Tetesan Air di Laut: Perbandingan dunia dengan Akhirat adalah seperti seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang menempel di jari (dunia) tidak sebanding dengan air yang ada di lautan (Akhirat). Ini menekankan nilai yang amat sangat kecil dari dunia.
Musafir yang Berteduh: Dunia diibaratkan seperti tempat berteduh sementara bagi seorang musafir di bawah pohon. Musafir itu akan segera meninggalkannya dan melanjutkan perjalanan. Ini menekankan sifat singgah dan tidak kekalnya dunia.

Dunia Terlaknat: Segala sesuatu di dunia terlaknat dan tidak bernilai, kecuali dzikir kepada Allah, amal yang menaati-Nya, dan seorang alim (orang berilmu) atau penuntut ilmu. Ini menunjukkan bahwa hanya amal ibadah yang bernilai di sisi Allah.

3. Perkataan Para Ulama (Kalām al-'Ulamā')

Para ulama memberikan nasihat yang memperkuat pandangan ini:

Zuhud adalah Keutamaan: Mereka menekankan konsep Zuhud (melepaskan hati dari keterikatan dunia) bukan berarti tidak memiliki harta, tetapi tidak menjadikan harta itu menguasai hati dan melalaikannya dari Akhirat.
Dunia sebagai Jembatan: Dunia hanya berfungsi sebagai jembatan atau tempat menanam, bukan tempat tinggal abadi. Orang yang bijaksana adalah yang menggunakannya untuk beramal demi Akhirat.

Perbandingan Umur: Mereka mengingatkan bahwa betapapun panjangnya umur seseorang di dunia, itu tetap singkat dibandingkan keabadian di Akhirat.

Teks Arab (Pada Gambar)

Terjemahan Bahasa Indonesia

مِثَالُ الحَيَاةِ الدُّنْيَا

Perumpamaan Kehidupan Dunia

فِي الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَكَلامِ العُلَمَاءِ

Dalam Al-Kitab (Al-Qur'an), As-Sunnah, dan Ucapan Para Ulama

تَأْلِيف

Karya/Disusun Oleh

مُحَمَّد شَوْمَان بِنْ أَحْمَد الرَّمْلِي

Muhammad Syuman bin Ahmad Ar-Ramli

Download




0/Post a Comment/Comments

-------------------------------------------------------------

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).