Kitab: Kasyf al-Shubuhat Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi ( arabic )

 

Sinopsis Kitab Kasyf al-Shubuhat

Kitab ini merupakan salah satu karya terpenting dalam disiplin ilmu Aqidah (Tauhid). Tujuan utama penulisannya adalah untuk membantah kerancuan (syubhat) yang sering digunakan oleh orang-orang yang melakukan perbuatan syirik untuk membenarkan keyakinan atau praktik mereka.

Secara garis besar, kitab ini terbagi menjadi dua bagian utama:

1. Dasar-Dasar Tauhid (Pendahuluan)

Penulis memulai dengan menegaskan hakikat Tauhid Rububiyyah (mengesakan Allah dalam penciptaan dan pengaturan) dan Tauhid Uluhiyyah (mengesakan Allah dalam ibadah). Bagian ini menjelaskan bahwa:

Kaum musyrikin di masa Nabi Muhammad ﷺ mengakui Tauhid Rububiyyah (bahwa Allah adalah pencipta) tetapi mereka jatuh dalam Syirik Uluhiyyah (menujukan ibadah kepada selain Allah).
Syirik yang dilakukan oleh kaum musyrikin di zaman Nabi adalah dalam hal meminta syafaat atau mendekatkan diri kepada Allah melalui perantara seperti para wali atau berhala.

2. Penyingkapan dan Bantahan terhadap Syubhat (Inti Pembahasan)

Bagian inti kitab ini menyajikan sejumlah argumen atau kerancuan (syubhat) yang diyakini oleh para pelaku syirik, kemudian membantahnya satu per satu secara ilmiah dan lugas, berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Syubhat-syubhat utama yang dibahas dan dibantah meliputi:

Syubhat Syafaat: Anggapan bahwa meminta kepada para wali atau orang saleh yang telah meninggal adalah cara untuk mendapatkan syafaat (pertolongan) dari mereka di sisi Allah, sama seperti mencari perantara di kalangan raja atau pemimpin dunia.

Bantahan: Penulis menjelaskan bahwa syafaat sepenuhnya milik Allah dan hanya diberikan kepada orang yang diridhai-Nya, serta Nabi ﷺ sendiri dilarang meminta syafaat langsung kepada selain Allah.

Syubhat Perbandingan dengan Musyrikin Zaman Nabi: Anggapan bahwa perbuatan mereka (meminta kepada penghuni kubur) berbeda dengan perbuatan kaum musyrikin di zaman Nabi yang menyembah berhala.

Bantahan: Penulis membuktikan bahwa inti perbuatan syiriknya sama, yaitu menujukan ibadah (doa, permintaan pertolongan) kepada selain Allah, meskipun objek yang diseru berbeda (dulu berhala, sekarang kuburan wali).

Syubhat Berpegang pada Ayat Mutasyabihat: Penggunaan ayat-ayat Al-Qur'an yang maknanya samar (mutasyabihat) untuk membenarkan kesyirikan, sambil mengabaikan ayat-ayat yang jelas (muhkamat) tentang wajibnya Tauhid.

Bantahan: Penulis menekankan bahwa dalam memahami agama, ayat-ayat yang samar harus dikembalikan kepada ayat-ayat yang jelas (muhkam) sebagai kaidah dasar.

Kitab ini sangat dianjurkan bagi penuntut ilmu karena memberikan panduan yang kuat untuk mengenali berbagai bentuk syirik modern dan cara membantah argumen-argumen yang melegalkan penyimpangan dalam Aqidah.

Teks Arab (Asal)Terjemahan Bahasa Indonesia
كشف الشبهاتKasyf al-Shubuhat (Menyingkap Kerancuan/Kesyubhatan)
تأليفKarya/Karangan
العلامة المجدد الشيخAl-Allamah Al-Mujaddid (Cendekiawan Pembaharu) Asy-Syaikh
محمد بن عبد الوهاب التميميMuhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi
(١١١٥ - ١٢٠٦ هـ)(Tahun kelahiran dan wafat dalam Hijriyah)
(متنا و ملحقا معه شرح نظرية)(Teks utama dan dilampirkan padanya penjelasan secara teoretis)
تحقيق وتعليقTahqiq (Penelitian Naskah) dan Ta'liq (Komentar/Catatan Kaki)
عبد الرحمن بن عايض القحطانيAbdurrahman bin 'A'idh Al-Qahthani
تقديمPengantar
فضيلة الشيخ د/ عبد الرحمن بن صالح المحمودFadhilatu Asy-Syaikh Dr. Abdurrahman bin Shalih Al-Mahmud
حفظه الله(Semoga Allah menjaganya)
دار الصميعيDar As-Sumai'i (Nama Penerbit)
للنشر والتوزيع(Untuk Penerbitan dan Distribusi)

Download Kitab

dibahas dalam kajian

1. Ustadz Abu Ahmad Ali

2. Ustadz Abu Sholeh



0/Post a Comment/Comments

-------------------------------------------------------------

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).